Arti Ketulusan Sebenarnya

Lama tak mengunjungi blog usang ini, entah apa yang membuat gue malam ini menuruti jemari dan perasaan yang  menyuruh untuk posting blog ini, kebetulan gue ingin bercerita beberapa waktu ini tentang pengalaman hidup gue dengan bertemu orang yang spesial Tuhan perkenalkan ke kehidupan gue.

Awalnya, seorang temen kecil gue memperkenalkan gue dengan seorang wanita yang dikenalnya, disitu awalnya gue hanya untuk jadikan wanita itu teman ngobrol di bbm gue aja, karena waktu-waktu itu kondisi handphone gue sunyi (baca: Jomblo) hehehe..., tapi entah apa obrolan kita nyaman dan semakin nyaman juga nyambung, dan pada akhirnya kita bukan hanya sekedar bbm tapi tukar nomer hp dan selesai beraktifitas seharian malam gue beranikan diri untuk menelponnya lalu mengobrol hal tentang aktifitas tadi pagi yang kita masing-masing, saling memberi perhatian lebih masing-masing, dengan suka menanyakan kabar dan lain-lain.

Hari-hari terus berganti lebih dari sampai akhirnya gue merasa bosan dan penasaran jika kita hanya mengobrol via telpon ataupun bbm, gue memberanikan diri untuk mengajak dia kopdar di kampusnya, tiba hari pertama gue bertemu dengan dia, itu hari menurut gue hari yang bikin jantung gue kaga habisnya berdegup kencang, pada akhirnya kita bertemu dihari pertama kita hanya salaman dan just say hello, karena kebetulan gue bawa temen, kasian dia nungguin. hehehe...

Hari di minggu berikutnya gue mengajak dia bertemu lagi, disitu kita ngobrol lama dan berusaha saling lebih mengenal, setelah di pertemuan itu hari demi hari kita berkomunikasi lebih sering dan intens bahkan bercerita lebih pribadi, dan pada akhirnya di minggu berikutnya entah apa yang membuat gue berpikir dan berperasaan gue takut kehilangan dia dan punya rasa cemburu jika dia dekat dengan pria lain, gue mulai aneh dengan perasaan semuanya, karena udah terlalu lama gue tidak menghidupkan perjalanan asmara gue setelah beberapa tahun sebelumnya gue merasa dikecewakan sekali.

Dan dengan perasaan itu gue berpikir apa benar dia ini mahkluk Tuhan yang kirim buat ngisi kekosongan gue waktu itu, tapi apa secepat ini hanya 3 minggu gue mengenal dia yang berawal tidak kenal sama sekali, tapi gue merasa nyaman sekali dengan dia, sewaktu disampingnya maupun sewaktu kita hanya ngobrol jarak jauh.

Tiba suatu waktu gue meyakini hati gue bahwa dia emang mahkuk yang Tuhan kirim, dan hari itu gue mengajak dia nonton dan makan di suatu mall, dan ketika disuatu restoran kita selesai makan kita lanjut dengan obrolan hangat kita, kondisi saat itu sore hari dan langit sedikit berawan, sampai sewaktu kita seperti habis bahan buat obrolan, disitu gue mengutarakan kejujuran isi hati gue sama dia, dia pun agak kaget dengar itu semua, sedangkan jantung berdegup kencang menunggu jawabannya, dan ternyata dia juga punya perasaan yang sama ke gue, dan pada tanggal 21-10-11 kita mempunyai hubungan spesial :)

Betapa bahagianya gue mendapatkan dia, hubungan kita terus berjalan sebagaimana orang pada umumnya, kita makan kesukaan dia yaitu pempek, nonton bareng, sampai sewaktu yang membuat gue kagum ketika motor gue mogok dia rela jalan kaki bareng-bareng sambil nyari pom bensin tanpa ada marah dari sikap dia hehehe, selama berjalan selang 2 atau 3 minggu itu tidak selamanya baik, itu yang gue heran biasanya baru-baru pasangan di usia hubungan itu sedang hangatnya, tapi entah apa kita sering bertengkar dan pada tiba waktunya hampir di usia hari jadi, dia meminta menyudahkan hubungan karena faktor orangtuanya yang kurang menyetujui, disitu gue memang kecewa tapi apa mau dilakukan lagi.

Selang waktu berlalu kita bertemu lagi dan berdiskusi tentang perasaan kita, sampai akhirnya kita mencoba balik lagi dengan syarat untuk sementara diam-diam tanpa sepengatahuan orangtuanya, disitu gue sangat bahagia dan mempunyai motivasi tinggi untuk membuat orang tuanya yakin dan gue berkeinginan untuk terus membahagiakan dia, segala upaya gue berusaha lakukan buat dia bahagia, dan itu semua gue lakukan dengan ke ikhlasan penuh, tapi waktu demi waktu gue merasa kangen dengan sikap dia yang waktu awal kita kenal dan mengikat hati, disitu dia begitu care dan perhatian, waktu ke waktu  ke sini perhatian itu semakin berkurang dan masih banyak hal lainnya yang tak perlu dijelaskan, sampai tiba pada sewaktu waktu klimaks dari perasaan kekecewaan gue keluar bahkan hampir ada kebencian di benak gue, gue yang menyatakan untuk kita selesain hubungannya itu terjadi beberapa saat sebelum tahun baru, memang sangat mengecewakan.

Ketika itu gue berniat untuk menghilang dan tidak mengenal lagi, tapi seiring waktu dia kenapa hadir di mimpi gue selama beberapa hari sampai tidur pun gelisah, dan setelah gue mencoba mengintropeksi diri ternyata benar gue emang gak bisa benci dia dan gue udah terlanjur mengeluarkan perasaan yang besar dengan penuh keyakinan untuk dia, dan tidak selayaknya perasaan itu dimatikan biarkan perasaan itu terus mengalir, hubungan gue sama dia memang tidak lama namun terasa lama dan berkualitas sekali sama dia dan semua berawal tiba-tiba juga berakhir tiba-tiba. :)

Dan akhirnya gue paham gue juga tidak harus meyalahkan dia dan siapapun, karena manusia mempunyai ruang untuk salah dan jatuh dan tidak seharusnya kita tak memaafkan, sampai akhirnya gue merasa salah besar atas sikap yang gue ambil, gue tidak mau egois gue yakin dia juga kecewa besar sama gue, sampai sewaktu waktu gue meminta maaf atas sikap gue dan mengajak untuk kita kembali menjadi teman yang saling bisa membantu di suatu saat.

Namun sepertinya dia udah terlalu benci dengan gue, gue juga tau sekarang dia sedang dekat dengan seseorang, hingga tidak jawaban dari dia dan dia "menghilang", gue terima itu semua setidaknya gue hanya berniat baik dan memang gue gak bisa kehilangan dia, dia orang yang berbeda selama perjalanan kisah asmara gue, dia yang bisa membuat nyaman disampingnya, terutama kejujuran dia, walau terkadang perasaan apa yang gue beri gue anggap tidak terbalaskan dengan yang gue harapkan, disitu memang kecewa namun dengen adanya rasa ketulusan mencintai dan menyayangi itu semua hilang. :)

Overall dia tetap yang terbaik dan gue berterima kasih pada Tuhan telah memperkenalkan orang seperti dia, walau kini gue harus ikhlas dengan kondisi seperti ini, karena cinta sebenarnya adalah  Jauh lebih bahagia melihat orang yang kita cintai berbahagia dengan orang lain, daripada bersama kita dia tidak bahagia.

Thanks for everything D.S (21-10-11)
Posted on 1/01/2010 01:03:00 AM by Andri Dwitama and filed under | 0 Comments »

0 comments: