Thank You, Thank You, And Thank You Di Matteo

"Only one Di Matteo... Only one Di Matteo..."  nyanyian-nyanyian seperti itulah yang saat ini kita akan rindukan, rabu sore waktu jakarta dan subuh waktu london terdengar kabar yang mengejutkan bagi gue dan para pecinta club Chelsea FC setelah terakhir kita merasa kehilangan Drogba, yap! kabar dipecatnya Roberto Di Matteo (RDM) sosok pelatih hebat yang membawa sejarah bagi chelsea, sosok pelatih yang mampu membawa kondusif  para pemain kini sudah harus meninggalkan Chelsea.

"Di Matteo" nama yangterdengar akan selalu menggetarkan hati gue suatu saat nanti, sosok yang membuat air mata kebahagian jatuh ketika chelsea membuat sejarah dengan menjuarai liga champions, dalam waktu singkat kita tau betapa hebatnya Di Matteo dapat membuat kembalinya kondusif pemain yang sempat memanas dikala itu, dapat menumpaskan club hebat dan permainan indah barcelona yang dikagumi sebagian besar umat manusia, dan menumpaskan babak final dengan melawan tuan rumah bayern munchen ditambah sebelum itu piala yang membanggakan di liga inggris berupa FA Cup.


Namun mimpi dan kepercayaan panjang kita yang selama ini sedang bangkit kepada sosok pelatih yang tenang dan elegant itu harus sirnah, dengan lagi dan lagi keputusan dari owner chelsea Abramovich yang selalu menginginkan sesuatu sangat instan, mungkin owner yang satu ini mempunyai prinsip hidup seperti samurai jepang yaitu "Harakiri" bagi yang membawa kekalahan harus bunuh diri, atau untuk masa kini bagi yang gagal harus mundur dari kepemimpinan.

Bagi gue sepakbola tidak bisa dimasuki filosofi Harakiri, apalagi untuk diberikan kepada pelatih dan pemain dalam waktu singkat, terlalu singkat Abramovich mengHarakiri Di matteo, sepakbola itu butuh waktu untuk membangun team dan membawa kemenangan, dengan waktu singkat saja Di Matteo sudah memberikan kado yang luar biasa dan sejarah bagi club, kini apakah layak 2 kekalahan dan ancaman tidak lolos fase grup liga champion tanpa menengok prestasi yang telah dibuat lalu memecat Di matteo?

Gue sangat yakin juga Abramovich sangat mencintai chelsea, kebesaran ia mencintai chelsea lah yang membuat begitu menginginkan instannya presetasi yang didapat untuk club, tanpa abramovich juga mungkin chelsea kini hanya main di level papan menengah liga inggris, dengan guyuran uang dan keloyalitasan ia terhadap club itulah yang membuat chelsea besar, namun itu semua harus dibayar dengan sifat ke aroganan sang kaisar roman, so overall kita semua tidak bisa menyalahkan dia sepenuhnya.

Memang selain keberhasilan kita juga butuh keberuntungan, saat ini Di Matteo sedang tidak beruntung, ia harus mengubur angan dan mimpi untuk membangun chelsea menjadi club hebat, kini manager baru yang ditunjuk Raffa Benitez seoarang coach yang sudah 2 tahun tidak melatih club, memang mengkhawatirkan dan banyak membuat kecewa The Blues, tapi kita sebagai supporter sejati siapapun manager/coach yang ditunjuk kita harus mendukungnya, karena kita Chelsea Till I Die... :)

kata-kata dan penghormatan setinggi-tingginya yang pas untuk Roberto Di Matteo bagi gue saat ini dan selamanya Thank You.. Thank You.. And Thanks a lot Di Matteo, You Are A Legend For Chelsea And Me :)

KEEP THE BLUE FLAG FLYING HIGH!
Baca Selengkapnya..
Posted on 11/22/2012 03:24:00 PM by Andri Dwitama and filed under , | 3 Comments »

Twitter Or Blogger?

Ahhhh... ya sallam..., sudah berapa abad kah gue tidak mengunjungi blog ngenes ini.! ya sore hari yang indah ini gue bersyukur sama Tuhan untuk di ingatkan agar berkunjung ke blog ngenes ini, sore ini hari ke-2 di bulan Ramadhan tahun 2012, bisa liat sendiri postingan terakhir gue sewaktu idul fitri tahun lalu, itu berarti udah satu tahun gue baru posting blog lagi, dan yang jadi pertanyaan apakah gue posting hanya di bulan ramadhan??
(jangan dijawab, nggak penting).

Gue paham dosa sekali gue menelantarkan blog gue ini, bayangin satu tahun gue nggak beri blog ini nafkah posting, ya gue sadar gue hampir seperti bang toyib yang enggak pulang-pulang 3 kali puasa 3 kali lebaran, untungnya gue baru 1 kali puasa 1 kali lebaran enggak kasih nafkah ke blog ini, maybe gue baru jadi bang boim bukan toyib.

oke fokus, balik sesuai judul posting ini "Twitter or Blogger?",  yak mungkin yang menyebabkan gue jarang beri nafkah ke blog ini lagi yaitu karena Twitter, semenjak nongol dan hits'nya twitter gue jadi jarang ngeblog, bukan berarti gue enggak setia, yak kasus ini emang mirip seperti para wanita yang sering menyalahkan pria bahwa pria itu playboy, tidak CETIA atau gampang pindah ke lain hati, tapi jujur dan curhat dikit gue bukan pria kaya gitu tapi gue Cetia dan Ingin Di Manja. (yang mau muntah silahkan muntah).

Balik ke topik, twitter ialah dimana elo bisa nulis 140 karakter dan mengirim ke semua orang, followers gue emang enggak banyak dan enggak alay, tapi gue merasa jadi addict dengan ada twitter karena selain gue bisa nuang ke tulisan 140 karakter yang berasal dari otak gue dengan langsung di baca orang, tapi yang terpenting gue lebih cepet dapat informasi dari twitter apa yang terjadi dengan dunia, semua orang mudah menyampaikan informasi secara cepat, makannya disebut Timeline, dibanding kalau ngeblog gue emang harus mateng-mateng apa yang mau ditulis walaupun terkadang enggak harus gitu juga.

Tapi gue enggak mau nyalahin dan ninggalin Blog pastinya :) karena semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebelum ada twitter gue addict blog, dan bukan gue aja ternyata banyak temen-temen blogger gue yang sependapat dan sepengalaman dengan gue juga.

So, blog tetep the best and twitter tetep the best, tinggal bagaimana kita menggunakannya. semoga dengan posting gue ini, gue jadi semangat nge-blog dan tidak menelantarkan blog ini lagi.oke gue mau siap-siap dulu buat buka puasa.

Keep Blogging :)
Baca Selengkapnya..
Posted on 7/22/2012 04:22:00 PM by Andri Dwitama and filed under | 7 Comments »