Zat metana'lah bukan CO2 Penyebab Global Warming!

Kali ini gue akan posting share informasi penting buat kelangsungan hidup semua manusia.mungkin udah ada yang tahu tentang ini,kita semua pasti udah tahu apa itu global warming yang sudah nggak asing lagi ditelinga kita,bahkan kita mungkin sudah acuh terhadap hal tersebut.padahal hal tersebut sangat penting sekali.Semenjak gue masuk semester baru perkuliahan tahun ini,gue diajarkan oleh dosen yang tiba-tiba membuat gue bingung,karena beliau dalam 3 pertemuan getol menjelaskan tentang pemanasan global yang terjadi yang akhirnya menyimpang dari matakuliah sesungguhnya,tapi gue sadar hal itu emang sangat penting disampaikan.
Dari informasi yang gue dapat dari dosen gue,yang waktu itu sempat nonton video dari dia,membuat gue jadi merinding dan sadar bahwa selama ini gue salah pemahaman penyebab global warming yang sebenarnya.Selama ini mungkin manusia hanya tau penyebab global warming terbesar yaitu asap motor,pabrik-pabrik,dan rumah kaca. yang padahal itu semua hanya efek kecil dari global warming.
oke langsung aja silakan baca artikel dari website yang bergerak dibidang stop global warming yang gue juga tahu dari dosen gue.

Profesor Brook adalah ketua riset internasional tentang ekologi global dan konservasi biologi. Dia mendirikan yayasan Sir Hubert Wilkins Chair of Climate Change dan merupakan Pimpinan dari Institut Riset tentang Perubahan Iklim dan Keberkelanjutan pada Universitas Adelaide.

Dia telah menerbitkan dua buku dan lebih dari 100 karya ilmiah dalam berbagai aspek dari dampak manusia terhadap lingkungan alamiah dan keanekaragaman hayati. Dia telah dianugerahi Medali Fenner oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Australia, Medali Edgeworth David oleh Lembaga Kerajaan New South Wales, dan Medali H.G. Andrewartha oleh Lembaga Kerajaan Australia Selatan. Profesor Brook didaftarkan oleh Cosmos sebagai salah satu dari 10 ilmuwan muda teratas Australia. Profesor Brook menekankan perlunya menyadari gas metana sebagai penyebab utama dari gas-gas rumah kaca.

Profesor Barry Brook: Metana adalah suatu gas rumah kaca yang menarik; banyak orang mungkin tidak pernah mendengarnya, tetapi itu sebenarnya adalah gas rumah kaca kedua yang paling berbahaya dalam kontribusi total manusia terhadap perubahan iklim.

Setiap orang mungkin telah mendengar tentang gas CO2. Metana adalah gas rumah kaca lain yang mempunyai dampak besar dan terutama yang paling penting dalam jangka waktu yang lebih pendek. Metana diproduksi terutama oleh hewan-hewan mamalia dan juga terlepaskan dari simpanan bahan bakar fosil, seperti tambang batu bara dan gas. Api-api tersebut yang kita lihat misalnya pada puncak sumur minyak adalah kobaran api dari metana yang terbakar. Jadi metana sebenarnya adalah gas alam juga, yang akan kita bakar untuk menghangatkan air dan lain-lain.

Profesor Barry Brook: Saya telah melakukan beberapa pekerjaan baru-baru ini dengan beberapa rekan yang menunjukkan bahwa ternyata kontribusi Australia akan pemanasan global lebih banyak berkaitan dengan metana, setidaknya dalam jangka pendek, daripada dengan yang lainnya. Dan bahkan lebih daripada itu, lebih berkaitan dengan metana yang dihasilkan oleh hewan-hewan mamalia, misalnya sapi, domba, dan kambing .

Sebagai bagian dari proses pencernaan mereka yang alami, mereka memproduksi metana; mereka memamah biak, mereka mempunyai perut kedua, dan di dalam perut itu terdapat bakteri yang menghancurkan selulosa di dalam rumput untuk melepaskan energi. Proses tersebut yang dikenal dengan proses anaerob, jadi dalam kondisi tanpa oksigen dan proses tersebut menyebabkan pelepasan gas metana, terutama melalui sendawa.
Sekarang, karena gas itu adalah gas rumah kaca yang demikian kuat, gas tersebut mempunyai efek yang tidak sebanding terhadap perubahan iklim. Tetapi kebanyakan dampaknya timbul selama periode waktu yang agak singkat, 10 atau 20 tahun, hampir semua metana akan hilang.
Tetapi jika Anda melihat selang waktu periode itu dan untuk setiap ton metana yang terlepaskan, hal itu setara dengan pelepasan 72 ton gas karbon dioksida.

CH4 = 72 * CO2

Jadi hal itu merupakan hantaman yang sangat besar. Maka untuk mengungkapkannya dengan kata-kata, industri peternakan, sapi dan domba Australia, sekarang ini melepaskan kira-kira 3 juta ton metana per tahun.

Hewan Ternak Australia = 3 juta ton metana per tahun. * 72 = 216 juta ton CO2

Pembangkit listrik tenaga batu bara Australia = 180 juta ton CO2

Padahal pembangkit listrik tenaga batu bara kita melepaskan sekitar 180 juta ton CO2. Jadi terdengar seakan-akan pembangkit listrik tenaga batu bara yang berkontribusi lebih banyak dibandingkan dengan yang dihasilkan ternak kita terhadap pemanasan global.

Tetapi jika Anda berpikir bahwa metana 72 kali lebih berdampak daripada CO2 selama selang waktu 20 tahun, maka selama dua dasawarsa berikutnya, jumlah ini Anda kalikan 3 dengan 72. Cukup mudah untuk menemukan bahwa industri ternak sapi dan domba kita sebenarnya lebih berkontribusi terhadap pemanasan global dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara kita selama periode tersebut. Jadi hal tersebut adalah kenyataan yang sangat kurang dipedulikan di Australia.

SupremeMasterTV: Saya ingin berbicara dengan Anda tentang ulasan yang Anda lakukan bersama Geoff Russell. Yang berjudul, “Jejak Karbon dari Daging�. Dapatkah Anda menjelaskan pada kami tentang hal itu?
Profesor Barry Brook: Ya, Ini adalah suatu penelitian yang kami lakukan, yang meneliti tentang dampak relatif dari mengkonsumsi daging sapi terhadap emisi CO2 dari setiap keluarga jika dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan mereka yang lainnya yang diduga oleh kebanyakan orang sebagai kegiatan yang berkontribusi lebih besar terhadap pemanasan global. Contoh yang kami gunakan adalah, katakanlah Anda mempunyai kendaraan roda empat, sebuah mobil Ford Territory.

Jadi mobil itu mengeluarkan sekitar 17 ton emisi CO2 untuk merakit mobil itu lalu menjalankan mobil itu mungkin mengeluarkan sekitar 200 gram CO2 per kilometer. Jadi, kita bisa melakukan perhitungan berdasarkan hal itu, mungkin 60 kilogram CO2 setiap minggu jika kita mengendarai mobil Ford Territory, dan juga emisi yang keluar pada saat memproduksinya.

Jika kita mengkonsumsi apa yang disarankan oleh CSIRO,�Diet Sehat Total� untuk konsumsi daging sapi rata-rata setiap minggu, yaitu antara 3 sampai 5 kilogram, maka kita akan menemukan bahwa saat Anda melakukan perhitungan untuk gas metana, bahkan jika hanya menggunakan perbandingan standar, yaitu 25 kali lebih kuat dari CO2, dan ingat bahwa sebelum ini saya berkata bahwa benar-benar kita seharusnya membicarakan tentang gas yang 72 kali lebih berbahaya. Tetapi bahkan pada tingkat 25 kali lebih berbahaya, itu akan melepaskan sekitar 200 kilogram seminggu dibandingkan dengan 60 buah mobil Ford Territory kita.

Jadi kita hanya perlu untuk tidak mengkonsumsi daging dalam pola makan kita sekitar 5 tahun dan kita telah menutup emisi dari kendaraan roda empat itu; Itu adalah satu contoh. Cara lain untuk melihatnya adalah pada jumlah emisi yang dihasilkan oleh 1 kilogram bistik. Emisi yang ditimbulkan sangat kuat dalam kaitannya dengan metana, setara dengan empat kali jumlah emisi yang akan dilepaskan untuk memproduksi 1 kilogram aluminium, yang dianggap sangat memerlukan energi yang besar, dan menggunakan banyak energi listrik untuk memproduksi aluminium tersebut dengan proses elektrolisis.

Daging sapi, empat kali lebih tidak ramah lingkungan dibandingkan dengan memproduksi 1 kilogram aluminium, daging sapi merupakan penyumbang yang jauh lebih besar daripada mengendarai kendaraan roda empat. Ini adalah fakta yang benar-benar kurang dipedulikan, maka itu berarti bahwa kita perlu sadar akan iklim dalam kaitannya dengan pola makan kita, karena terdapat beberapa dampak dalam gaya hidup kita yang akan memberi pengaruh yang jauh lebih besar terhadap pemanasan global dibandingkan dengan yang lainnya dan orang-orang sebenarnya tidak memahami hal-hal tersebut.


Jenis-jenis dampak yang kami ramalkan untuk 20, 30, 50, 100 tahun mendatang sedang terjadi sekarang.

Dan juga terdapat risiko besar yang akan kita dimana kita akan melewati apa yang kita ketahui sebagai titik ungkit dalam sistem AS, dimana kita akan mulai mengalami perubahan iklim yang tak terkendalikan, atau setidaknya perubahan iklim yang amat dipercepat oleh perubahan pada sistem Bumi.

Kita berada pada titik ungkit genting dan titik ungkit lingkungan yang menentukan sekarang ini. Sekarang adalah waktunya untuk bertindak. Hal ini sangat mendesak.



sumber: (http://www.suprememastertv.com)
oke itu tadi artikelnya,so jadi selama ini daging sapi yang kita makan ialah penyebab utama terbesar efek global warming,yang terjadi karena pertenakan sapi yang berlebihan,yang mengeluarkan zat metana dari kotoran hewannya.
Maka dari itu dengan kita mengurangi jumlah makan daging,maka produksi pertenakan pun akan berkurang dan hewan pun akan tidak terlalu cepat dikembang biakan,dan kotorannya pun maka akan berkurang,polusi zat metana pun berkurang.

mungkin kita minimal menkonsumsi seminggu sekali saja,beralih ke sayur akan lebih baik,karena menurut penelitian daging lebih banyak membawa penyakit dibandingkan sayur.

"SAAT INI KITA BERADA DI TITIK KRITIS,TAPI KITA PUNYA WAKTU UNTUK MENGEMBALIKAN DUNIA MENJADI SEJUK KEMBALI".

BE VEGAN..!!!






Posted on 11/29/2010 11:13:00 PM by Andri Dwitama and filed under , , | 2 Comments »

2 comments:

Mr.Kelpo mengatakan... @ 1 Desember 2010 02.26

Baru tau saya ...

admin mengatakan... @ 2 Desember 2010 00.32

@Mr,kelpo: semoga bermanfaat :)