Hachiko Is The Loyal Dog

kali ini saya ingin sedikit cerita tentang Hachiko,sesuai judul posting ini. karena sekitar dua hari yang lalu saya habis menonton 2 film kisah nyata yaitu hachiko, satu dari jepang dan satu yang terbaru buatan amerika kedua-duanya inti cerita sama.mengapa saya begitu tertarik sampai menulis di blog ini?yap,jawabannya karena ketika saya menonton dua film itu air mata saya keluar ketika akhir film itu.kok bisa? yah karena pertama saya pecinta hewan,saya sendiri dirumah memelihara kucing,bagi yang pecinta anjing,kucing atau hewan pasti mungkin akan menangis.
Di sini saya akan memberitahu bagi sahabat yang belum tahu siapa itu hachiko? mengapa begitu luar biasanya bagi saya?

Baik saya akan ceritkan sesuai yang ada di Film dan kisah nyata aslinya di negara jepang.tapi disini memakai tokoh yang dari film jepang saja yah,karena nama tokoh lebih sesuai.berikut ceritannya:Hachikō (ハチ公 ) ( 10 november 1923 - 8 maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Odate. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan.Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公 Chūken Hachikō).

Hachiko dikenang sebagai lambang anjing kesetiaan terhadap majikannya,karena sewaktu itu hachiko selalu mengantar dan menjemput sampai setasiun kereta api sewaktu majikannya berangakat maupun pulang kerja,yang membuat orang lebih kagum, setelah majikannya meninggal dunia,hachiko terus menunggu majikannya setiap jam pulang kerja majikannya dulu sewaktu hidup sampai hachikonya pun meniggal karena sakit.
jika lengakap asli di jepangnnya sesuai tokohnya seperti ini;

Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburo Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tolyo departement store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.sampai seterusnya.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, sungai shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis atau sejenis kaki gajah.

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di pemakaman umum aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum nasional ilmu pengetahuan,Ueno. Tokyo.
Berikut Fotonya:
Dan Hachiko sangat di kenang dan di hargai di jepang sana,sampai-samapai di buatakan tribute untuk hachiko yaitu di buatkan patung dan di taruh di depan stasiun tempat ia menunggu majikannya dulu yaitu stasiun shibuya dan di tempat kelahirannya odate.
Patung hachiko di depan stasiun shibuya:
Patung Hchiko di depan stasiun odate:
Film Hachiko Monogatari karya sutradara seijoro koyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan 12 oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi nippon television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A dog's Story karya sutradara Lasse Halstrom mulai diputar dan dibintangi oleh Richard gere dan Joan Alen.

Sudah sekian ceritanya,Bagi kalian yang belum nonton filmnya buruan nonton.tapi tergantung selera juga munkin kalian beranggapan lain.
pesan moral yang saya dapat dari hachiko ialah jangan pernah kita mempermainkan kesetian anjing saja bisa setia atau loyal samapai mati dengan majikannya,masa kita manusia tidak bisa contoh seperti sekarang banyak pasangan selebriti yang bercerai.
so jagalah dan pelihara kesetian kalian dengan siapapun keluarga,sahabat,dan kekasih kalian.
akhir kata:
I Miss You Hachiko...
Posted on 4/04/2010 03:42:00 PM by Andri Dwitama and filed under | 8 Comments »

8 comments:

blog megadiskon mengatakan... @ 5 April 2010 09.54

sudah nonton yang versi richard gerenya, sedih ya, apalagi yang pas bagian istrinya ketemu Hachi setelah 10 tahun ga ketemu

Ferdinand mengatakan... @ 5 April 2010 17.15

Wah gw udah nonton nie film'y....


Klo versi Jepang'y gw udh tau dari jaman baheula hhe..

nah Film'y baru minggu kmaren gw nonton...asli sedih mampus tuh film hhe....jadi inget sm anjing gw yg mati diracunin orang.........

Oiya mau ngucapin selamat nie buat kenaikan PR'y hhe.....Sukses

gambutku mengatakan... @ 5 April 2010 17.33

kucing apa ada yang seperti itu??:D

admin mengatakan... @ 5 April 2010 20.59

ternyata kalian sama juga ya,emank bener ni film sedih mampus.

@gambutku: kucing? mungkin ad,tpi klo menrt ilmu hewan kucing gk punya jiwa interaksi peduli lbh sm manusia,klo anjing ad.
tpi gw tetp di rumah miara kucing

liat film ini ingt kucing gw yg di ambil orang.

dina mengatakan... @ 5 Mei 2010 11.03

Hmmm...telat g y klw nntn skrg...kyny seru y...??

Salam kenal...

admin mengatakan... @ 10 Mei 2010 12.26

@dina: Tidak ada kata terlambat.. hehe...

Herdoni Wahyono mengatakan... @ 4 Juni 2010 14.49

Kisah yang mengharukan. Anjing binatang yang setia kepada tuannya. Kami jadi teringat dengan beberapa anak muda yang berlindung dalam gua dengan ditunggui anjingnya dalam kisah 'Ashabul Kahfi'. Semoga kisah ini dapat diambil hikmahnya. Trims sharingnya.

mel mengatakan... @ 19 Juni 2010 09.37

saya gak berani nonton... soalnya film2 begini sukses membuat saya menangis bombay tak karuan...