Penyandang Cacat Berhasil Masuk Oxford University


Sebuah berita yang membuat inspirasi bagi kita semua.
Namanya Cornel Hrisca-Munn.Tak banyak hal istimewa dari dirinya kecuali bahwa dia tidak punya dua tangan dan salah satu kakinya terserang polio.


Namun,dia adalah fenomena saat ini. Pemuda ini berhasil membuktikan bahwa meski diberikan tubuh yang tidak sempurna dan terbuang dari keluarganya,dia masih tetap mampu bersaing di salah satu universitas prestisius di Inggris, Oxford University dan berhasil mendapatkan satu kursi di perguruan tinggi kondang di dunia itu. Sejak lahir, Cornel tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Sosok wanita yang melahirkannya justru meninggalkan Cornel mungil yang rapuh dengan kondisi cacat itu di depan sebuah panti asuhan di Rumania.

Namun, keberuntungan justru berpihak kepadanya. Tujuh bulan kemudian, pasangan suami istri Ken dan Doreen Munn mengunjungi panti asuhan tempatnya dirawat. Pasangan Munn langsung jatuh hati ketika pertama kali melihat bayi Cornel yang tergolek di atas ranjang mungilnya. Mereka lantas mengadopsi Cornel dan memberikan sesuatu yang selama tujuh bulan pertama kehidupannya belum juga didapatkan Cornel: rumah.Kini Cornel bukanlah bayi lagi. Dia telah beranjak menjadi seorang pemuda yang siap memulai tahun pertama di perguruan tinggi ternama di Kerajaan Inggris, Oxford University.

Pasangan Munn sangat bangga sekaligus bahagia karena putra mereka berhasil mendapatkan kursi di Oxford University.”Rasanya menakjubkan ketika mengetahui bahwa bayi rapuh yang dulu kami jumpai di panti asuhan Rumania, kini mampu meraih kursi di salah satu universitas terbaik di Inggris,” ungkap Doreen Munn, ibunya. Bagi pasangan Munn, Cornel merupakan anak yang istimewa. Walau Cornel bukan anak kandung mereka, namun pasangan Munn ini selalu menganggap Cornel sebagai darah daging mereka.”Kami sangat bangga padanya,”papar Doreen. Delapan belas tahun lalu, Cornel dilahirkan tanpa memiliki lengan bagian bawah.

Selain itu, pergelangan kaki kanannya pun lemah. Doreen mengingat bagaimana dia dan suaminya melihat si kecil Cornel untuk pertama kalinya. ”Dia duduk dengan tatapan sedih. Bola matanya yang besar dan berair, seperti ingin memberitahu bahwa dia memerlukan kasih. Senyumnya manis sekali,”ingatnya. Sekilas suatu perasaan melintas di hati Doreen. Dia lantas meminta perawat untuk meletakkan bayi Cornel di atas kedua lengannya. Ketika menggendong Cornel inilah, Doreen semakin ingin membawanya pulang bersama mereka. Saat itu usia pasangan Munn sudah tidak muda lagi.

Keduanya sudah memasuki usia setengah abad dan telah memiliki empat putri. Namun, mereka bersikukuh ingin membawa bayi Cornel pulang ke Whittington,Worcester. Cornel tumbuh menjadi remaja yang menyukai musik. Dia betah berjam-jam menabuh alat musik drum ketika berlatih bersama kelompok musiknya,The City Walls. Prediksi Oxford University, Cornel akan mampu meraih bintang A pada level A di bidang filsafat, sosiologi, bahasa Inggris, dan pemikiran kritis.

Oktober mendatang, Cornel akan memulai kuliahnya di jurusan teologi dan filsafat, Keble College. ”Saya sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan ini. Saya berhutang besar pada kedua orang tua yang telah setia mendampingi saya,” ujarnya. Pemuda berusia 18 tahun ini juga punya harapan.”Selepas dari Oxford,saya ingin mendirikan klinik untuk melatih masyarakat Rumania agar mampu menciptakan lengan buatan bagi anak-anak penyandang cacat,”tandasnya.

Itulah tadi sebuah kisah yang sangat menginspirasi kita semua,bagi saya sendiri itu sebuah tamparan yang luar biasa buat saya.
terkadang kita sebagai manusia yang lebih sempurna di banding dia,kita sering mengeluh dengan apa yang terjadi pada diri kita dan kadang kita sering tidak percaya diri dengan fisik dan kemampuan kita sendiri.sedangkan dia yang memiliki kekurangan fisik mempunyai semangat yang tinggi.

semoga setelah membaca artikel ini membuat kita dapat lebih semangat dan termotivasi lagi manjalani hidup ini,agar menjadi orang yang baik,bermanfaat dan sukses.
amin.
Posted on 1/13/2010 09:54:00 PM by Andri Dwitama and filed under | 8 Comments »

8 comments:

Diponegoro Adventure mengatakan... @ 14 Januari 2010 22.26

Ada yang tau definisi cacat???

Kalo cacat cuma di fisik maka banyak orang yang normal tapi sayangnya cacat tidak hanya fisik saja, buktinya banyak yang bunuh diri saat menghadapin kegagalan

Ambar mengatakan... @ 15 Januari 2010 11.54

hebat hebat..
walaupun cacat tapi bisa mengeksplor dirinya..
salut!!

Andi mengatakan... @ 15 Januari 2010 17.00

plajaran yg sngt berharga wat kta smua yg menganggap dirinya "perfect" d bandingkn orang lain..slamat berjuang teman..

admin mengatakan... @ 16 Januari 2010 20.28

bener bgt apa kata kalian semua sob ..

Rizky2009 mengatakan... @ 16 Januari 2010 21.21

wah hebat.... g kalah ama yang normal

taqie mengatakan... @ 18 Januari 2010 23.47

subhanallah..

taqie mengatakan... @ 18 Januari 2010 23.54

subhanallah..

Ferdinand mengatakan... @ 19 Januari 2010 11.46

Cacat bukan berarti Lo ga bisa apa2....

Mungkin klO ada yang pernah denger tentanganak perempuan yg pake cohlear implant d'kupingnya Cuz dy Tulidari LAhir....N skarang dy bias denger lagy....jadi NOthing Impossible....

kLO yg cacat aja bisa knp Qta yg Sehat GA.....Bktiin HIdup Lu Berguna....